Jumat, 22 Januari 2010

TUJUAN PENDIDIKAN YANG SESUNGGUHNYA

"SELAMAT DATANG DI BLOG ORANG BERPENDIDIKAN,BICARA TENTANG BANYAK HAL DAN BERBAGAI MACAM HAL**********WELCOME TO ORANG BERPENDIDIKAN BLOG, TALKING ABOUT MORE TOPICS AND MANY KINDS OF TOPIC"

Monday, April 2, 2007

TUJUAN PENDIDIKAN YANG SESUNGGUHNYA

Seseorang disekolahkan oleh orang tuanya tentu agar menjadi seseorang yang cerdas dan berperilaku baik.
Itu adalah tujuan diadakannya pendidikan di negara indonesia, yaitu Taqwa, Cerdas dan Terampil.
Dengan tujuan ini sudah seharusnyanya seseorang yang telah memasuki dunia pendidikan harus berbeda dengan orang yang belum pernah mengenyam pendidikan. Perbedaan itu tentu harus terlihat dari ketaqwaan, kecerdasan dan ketrampilannya. Manakala tidak ada perbedaan apalah artinya pendidikan baginya.

Semakin tinggi pendidikan seseorang, dari sisi ketaqwaan maka dia harus lebih bertaqwa. Mengapa? Karena semakin tinggi pendidikan berarti dia semakin tau tentang hal yang baik dan yang buruk, mana yang jahat dan tidak jahat. Kalau dia tidak semakin taqwa, dia pasti akan menjadi seseorang yang sombong, angkuh karena telah mampu mengenyam pendidikan yang tinggi. Dari sisi perasaan seseorang yang berpendidikan tinggi pasti lebih egois dan kurang menghargai perasaan orang lain jika tujuan taqwa ini tidak ada padanya. Karena dengan peningkatan ketaqwaan ini seseorang akan lebih santun, berakhlak mulia dan dapat menghargai perasaan sesama, tentunya dengan pengetahuan yang dia miliki.
Kemudian seseorang yang berpendidikan pasti menjadi lebih cerdas. Ini menjadi tujuan utama orang tua memasukkan anaknya untuk masuk dunia pendidikan. Terkadang orang tua lupa bahwa ketaqwaan adalah modal utama untuk hidup (sisi rohani). Orang yang cerdas tidak bertaqwa dia akan menjadikan kecerdasannya untuk mengbohongi orang lain, dan hal negatif lainnya.

Demikian pula keterampilannya, kalau dia tidak bertaqwa ketampilannya akan digunakan untuk menjahili orang lain. Contohnya banyak orang yang karena kepandaiannya dia kirim virus komputer ke user lain. Ada juga yang terampil membuat bom untuk teror.
Disisi lain memang tak mudah menciptakan generasi yang bertaqwa. Lebih mudah menciptakan generasi yang cerdas dan terampil daripada menciptakan generasi yang bertaqwa. Tetapi paling tidak untuk meminimalkan seseorang yang cerdas menjadi jahat. Kita semua pasti setuju kejahatan tidak akan pernah hilang dimuka bumi, tapi apakah kita harus menyerah? Tidak. Manusia diwajibkan untuk menyerukan kebaikan dan menjauhi kejahatan oleh Tuhan. Jika itu sudah kita lakukan maka hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan. Kita telah berusaha dan tak pernah lelah menyeru untuk kebaikan.
Orang tua dan guru harus bisa menjadi teladan dalam hal ketaqwaan bagi anak/ anak didiknya.
Disini pentingnya ketiga tujuan diatas agar benar-benar di tanamkan pada anak didik sejak taman kanak-kanak. Meninggalkan salah satunya menyebabkan kehidupan tidak seimbang.

Sebagai Contoh di bawah ini !!

A. TUJUAN UMUM PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH UMUM

Sadar akan tanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia, yang mengabdi dalam bidang pelayanan kesehatan, serta mengerti dan merasakan tuntutan masyarakat dan program pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan rakyat, maka Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum bertujuan menghasilkan Dokter Spesialis Bedah Cendikiawan yang :

1. Berperilaku sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia
2. mampu mengatasi masalah penyakit bedah darurat dan bedah elektif sesuai
kopentensi ( pengetahuan dan keterampilam ) yang di dapat selama pendidikan.
3. Mampu mengembangkan diri ( KAP ) sebagai dokter spesialis bedah sesuai
dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu bedah invasive

minimal.
4. Mampu mengenal masalah bedah di masyarakat dan menyelesaikannya melalui
penaganan langsung maupun melalui suatu penelitian.
5. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam
mengemukankan pendapat dan hasil karya selama dalam menjalankan
profesinya, termasuk berkomunikasi dengan penderita.

B. TUJUAN KHUSUS PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ILMU BEDAH

Pendidikan dokter spesialis ilmu bedah ialah setelah melalui proses pembelajaran menurut suatu kurikulum akan menghasilkan dokter spesialis bedah yang :
1. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam pengamalan ilmu kesehatan sesuai
dengan kebijakan pemerintah berdasarkan Pancasila.
2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang ilmu bedah, serta
mempunyai keterampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup memahami
dan memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah dan dapat mengamalkan
ilmu kesehatan kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang ilmu bedah secara optimal.
3. Mampu menetukan, merencanakan dan melaksanakan pendidikan bedah dan
pelatihan secara mandiri dan mengembangkan ilmu bedah ke tingkat akademik yang lebih tinggi.
4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etik ilmu dan profesii bedah

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH

Tujuan instruksional di susun menurut paket pendidikan yang menunjang kemampuan dokter spesialis bedah umum secara koprehensif. Materi setiap paket senantiasa mengacu kepada tujuan umum dan tujuan khusus pendidikan dokter spesialis bedah.
Pokok bahasan setiap paket pendidikan disusun berdasarkan penyakit atau berdasarkan masalah yang dikembangkan menjadi tujuan instruksional umum ( TIU ) dan selanjutnya diuraikan dalam bentuk kompetensi menjadi sasaran belajar yang disusun sedemikian rupa merupakan tujuan perilaku khusus ( TPK ).
Sebagai pedoman kedalaman dan keluasan sasaran belajar dipakai taksonomi ranah kognitif, psiko-motor dan elektif. Pada dasar


TAQWA CERDAS DAN TERAMPIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar